Menjelajah Tanpa Batas Menebar Perdamaian

Uang Bukan Segalanya….

Juni 20, 2008 · 1 Komentar

Memang, saat ini jutaan orang masih berlomba-lomba berproses dan berjuang melalui (lembaga) pendidikan bukan dengan tujuan utama ingin jadi lebih saleh, jujur, kreatif, kritis, atau bermanfaat bagi sesama. Tapi masih banyak pula yang tidak demikian. Masih ada orang-orang yang dengan ilmu yang diraihnya lebih mengutamakan manfaat (dan tercapainya keadaan yang lebih baik) bagi manusia dan kemanusiaan, bukan hanya sekedar demi uang. Masih banyak pula orang yang dengan kesederhanaan pemikirannya mau membantu orang yang sedang kesusahan dengan tulus, yang secara spontan siap menolong sesama tanpa mengharapkan balas. Lihatlah orang-orang lugu, masyarakat desa dan kaum yang ter-marginalkan (tersisihkan), solidaritas mereka kepada sesama masih demikian tinggi. Masih banyak pula ustad-ustad kampung, prajurit-prajurit rendahan, guru-guru berkekurangan, profesi-profesi pinggiran yang dengan kesederhanaannya dan jauh dari hingar-bingar popularitas rela mengabdikan seluruh hidupnya bagi kebaikan lingkungan dan masyarakat sekitarnya. Masih ada elit-elit negara, politisi dan pejabat kita yang dengan amanat kekuasaan dan kesempatan yang diraihnya terus memperjuangkan nilai-nilai kebaikan dan kebenaran yang diyakininya. Bukan hanya sibuk mengejar fasilitas dan menumpuk harta saja.

Ternyata kepuasan, kesenangan dan kebahagiaan tidak selalu harus diraih dengan uang. Masih banyak hal yang bisa dilakukan dan dicapai tanpa perlu bergantung pada uang. Ikut melihat ikan-ikan di akuarium tetangga tak jarang lebih membahagiakan daripada kesenangan yang dirasakan sang pemilik yang harus repot pula dengan urusan makanan dan keamanan ikan-ikannya itu. Makanan yang mahal-mahal belum tentu terasa lebih nikmat daripada nasi berkawan ikan asin dan sambal yang dimakan saat lapar begitu menggoda.

Apalah artinya banyak uang dan harta, jika penyakit dan kecemasan hinggap silih berganti (malah pembantu, supir, dan tukang kebun-nya yang bisa menikmati semua fasilitas si tuan dengan nyaman dan bahagia;)). Apalah bangganya berganti-ganti kendaraan jika dicaci sebagai anak koruptor. Apalah nikmatnya berbagai fasilitas yang tersedia jika hati selalu gundah, merasa kalah, tidak puas dan kekurangan terus. Senantiasa tidak bahagia. Lupakanlah dulu perkara akhirat, untuk urusan dunia semata sekalipun ternyata just money tidak selalu mengantarkan pada kesenangan hidup. Masih baa..anyak kenikmatan yang bisa diraih tanpa uang. Masih ada kebahagiaan rohani yang jauh lebih bernilai dan bisa dicapai dengan cara-cara dan jalan-jalan lain pula selain dengan uang, fasilitas material. Uang bukanlah segalanya.


Kategori: Kehidupan

1 response so far ↓

  • hendi // Juni 20, 2008 pada 7:55 am

    mudah2an hati nurani mereka masih ada dan menikmati kehidupan ini tidak semata-mata dengan kemewahan dunia. aka tetapi kenikmatan dapat pula diraih dengan membantu sesama tanpa memandang status sosial seseorang.

    bravo kang….sukses terus.

Anda harus masuk log untuk mengirim sebuah komentar.