Meski tahu berisiko tinggi terjangkit HIV/AIDS, banyak pekerja seks komersial (PSK) terpaksa melayani pelanggan tanpa pengaman (kondom). Weleh…weleh…
Kantor berita Antara melaporkan bahwa sejumlah PSK yang ditemui di kawasan Kemayoran dan Matraman, Jakarta, sebenarnya tahu virus HIV dapat menular melalui hubungan seks, tetapi mereka terpaksa melayani pelanggan tanpa kondom agar pelanggan tidak lari. Tuntutan hidup menjadikan mereka menempuh jalan berisiko tinggi.
Sebenarnya mereka sudah tahu bahayanya, tapi untuk urusan pengaman (kondom –Red) buat mereka adalah kebebasan pelanggan. Mau pakai atau tidak, terserah pelanggan. Para PSK mengatakan kebanyakan pelanggan yang dilayaninya tidak mau menggunakan pengaman. Hal itu dinilai wajar karena kebanyakan pelanggan yang datang ke tempatnya berasal dari kalangan menengah ke bawah. yang amat disayangkan dari beberapa PSK mengaku saat ini dirinya belum pernah melakukan tes darah untuk mengecek apakah dirinya bersih dari penyakit yang melemahkan sistem kekebalan tubuh itu. Sementara wanita yang lainnya mengatakan, terkadang ada pelanggannya yang tersinggung jika ditawari untuk menggunakan kondom. Padahal dia mengakui dirinya takut terjangkit virus tersebut.
tapi ada juga beebrapa wanita yang tegas untuk setiap pelanggannya menggunakan kondom. Menurutnya saat bertransaksi dia selalu minta calon pelangannya harus memakai pengaman.
Mereka sadar pekerjaannya berisiko tingga akan bahaya HIV/AIDS. Tetapi karena keinginannya itu, dirinya sering ditinggal pergi pelanggannya karena mereka menolak untuk menggunakan pengaman.
Acquired Immunodeficiency Syndrome atau Acquired immune deficiency syndrome (AIDS) adalah suatu gejala infeksi yang menyerang manusia karena adanya kerusakan sistem kekebalan tubuh akibat virus serangan Human Immunodeficiency Virus (HIV).
Kasus HIV/AIDS muncul di Indonesia pada 1987, dan terus meningkat secara signifikan. Pada 2008, jumlah penderita (orang dengan HIV/AIDS-ODHA) melonjak menjadi 5.321, dari jumlah 1.488 pada 2003. Saat ini ODHA yang terinveksi HIV sebanyak 4.244 orang.
Kota-kata yang jumlah penderita HIV/AIDS cukup tinggi, antara lain Jakarta, Batam, Medan, Semarang, Banyuwangi, dan Palembang.
Sebelumnya, menurut data Family Health International (FHI), presentase mereka yang memiliki risiko tinggi terjangkit HIV/AIDS di Indonesia antara lain, pengguna narkoba (34 persen), PSK (tujuh persen), pelanggan PSK (31 persen), waria (satu persen), gay (delapan persen), partner group berisiko tinggi (12 persen), dan lain-lain (tujuh persen).
Menurut prediksi Departemen Kesehatan (Depkes), pada 2010 HIV/AIDS di Indonesia akan menjadi epidemi dengan jumlah kasus infeksi HIV bisa mencapai satu juta hingga lima juta orang, sementara akumulatif kasus AIDS pada 2010 (sejak 1987) akan mencapai 80-130 ribu orang, dan diprediksi akan terus menggelembung.
0 responses so far ↓
There are no comments yet...Kick things off by filling out the form below.
Anda harus masuk log untuk mengirim sebuah komentar.