jadilah seperti air yang memiliki karakter teduh, jernih dan hening. air mampu menjinakkan panasnya jilatan api yang berkobar sebesar apapun.
Apa yang saya yakini pengertian tentang demokrasi selama ini selalu bertolak belakang dengan opini dan komentar yang ada di beberapa pertemuan, seminar, media massa ataupun di pertemuan sebuah partai politik.
Saya meyakini benar bahwa secara teoritis pengertian demokrasi dipahami dengan baik oleh seluruh rakyat bangsa Indonesia. Tak terkecuali anak SLTP, SLTA apalagi Mahasiswa. Tapi apa yang terjadi pengertian ini menjadi absurd seiring dengan konstelasi politik di negeri ini yang di satu sisi ingin memperbaiki kondisi bangsa tapi di sisi lain keinginan kearah itu telah mengaburkan arti sebuah demokrasi yang menjadi sulit dipahami oleh kalangan masyarakat yang selalu dikatakan awam oleh para akademisi dan politisi. Dimanakah letak kesalahannya?
Masalah mental
Saya jadi teringat dengan komentar seorang petinggi partai yang beliau tulis di harian Seputar Indonesia edisi 13 Maret 2008 yang menyatakan bahwa demokrasi kita baru sebatas pengertian sejarah dan praksis politik di barat. Sehingga demokrasi cenderung menjadi perbincangan para politisi dan kalangan akademisi.
Ada jurang pengertian yang jauh ketika berbicara demokrasi. Masyarakat tampak bodoh dalam mengapresiasi pengertian demokrasi di Indonesia, lantaran demokrasi kita mereduksi pengertain demokrasi ala barat. Adanya kontradiksi ini telah berlangsung lama, sejak Kejatuhan orde baru dengan dibukanya kran-kran demokrasi dengan kebebasannya menjadikan bangsa kita kehilangan pijakan. Setelah kekuatan diktator orde baru dengan tata kelola dan stabilisasi keamanan yang super ketat. Setiap bentuk anarkisme yang menuai protes terhadap pemerintah, secara sadar harus siap-siap berhadapan dengan proses hukum dan senjata.
Harus diakui bahwa bentuk pemerintahan orde baru yang telah meninabobokan masyarakat bangsa kita dengan senjata p4-nya telah berhasil menanamkan sebuah ideologi pancasila yang sangat represif dan diktator demi stabilitas politik, ekonomi maupun keamanan. Apa yang telah diajarkan oleh orde baru telah membentuk sebuah pengertian tentang demokrasi yang menyenangkan, bijak dan berwibawa, dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Seolah menjadi lagu wajib yang harus dinyanyikan setiapwaktu. Salah satu program yang menarik perhatian masyarakat kita adalah tayangan kelompencapir yang hampir menyentuh seluruh lapisan di daerah pelosok Nusantara.
Sebuah cara politis demi menarik perhatian masyarakat dan bangsa Indonesia. masyarakat terutama para petani kita dan para menteri yang kalo diistilahkan sekarang para menteri yang SONTOLOYO dan ABS. Ketika dihadapkan dengan situasi yang sangat kritis dan gejolak perubahan yang begitu cepat sangat terasa seolah kebingungan dan kehilangan pijakan seolah tidak ada lagi kekuatan yang menjadi pegangan sebagian elit kita hanya bisa berlindung di ketiak layaknya pejabat orde baru.
0 responses so far ↓
There are no comments yet...Kick things off by filling out the form below.
Anda harus masuk log untuk mengirim sebuah komentar.