Menjelajah Tanpa Batas Menebar Perdamaian

Fakta Tentang HIV Dan AIDS

Juni 23, 2008 · & Komentar

Permasalahan HIV/AIDS telah sejak lama menjadi isu bersama yang terus menyedot perhatian berbagai kalangan terutama sektor kesehatan. Namun sesungguhnya masih banyak informasi dan pemahaman tentang permasalahan kesehatan ini yang masih belum diketahui lebih jauh oleh masyarakat.

Apa dan bagaimana HIV/AIDS, berikut ini akan disajikan fakta-fakta seputar HIV/AIDS yang bersumber dari depkes. HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah virus penyebab AIDS. HIV terdapat dalam cairan tubuh seseorang seperti darah, cairan kelamin (air mani atau cairan vagina yang telah terinfeksi) dan air susu ibu yang telah terinfeksi. Sedangkan AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) yaitu sindrom menurunnya kekebalan tubuh yang disebabkan oleh HIV. Orang yang mengidap AIDS amat mudah tertular oleh berbagai macam penyakit karena sistem kekebalan tubuh penderita telah menurun.

HIV dapat menular kepada orang lain melalui beberapa sebab. Pertama, hubungan seksual (anal, oral, vaginal) yang tidak terlindungi (tanpa kondom) dengan orang yang telah terinfeksi HIV. Kedua, Jarum suntik/tindik/tato yang tidak steril dan dipakai bergantian. Ketiga, mendapatkan transfusi darah yang mengandung virus HIV. Keempat, ibu penderita HIV Positif kepada bayinya ketika dalam kandungan, saat melahirkan atau melalui air susu ibu (ASI)

HIV tidak ditularkan melalui hubungan sosial yang biasa seperti jabatan tangan, bersentuhan, berciuman biasa, berpelukan, penggunaan peralatan makan dan minum, gigitan nyamuk, kolam renang, penggunaan kamar mandi atau WC/Jamban yang sama atau tinggal serumah bersama Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA). ODHA yaitu pengidap HIV atau AIDS. Sedangkan OHIDA (Orang hidup dengan HIV atau AIDS) yakni keluarga (anak, istri, suami, ayah, ibu) dan teman-teman pengidap HIV atau AIDS.

Sebagian besar (lebih dari 80%) infeksi HIV diderita oleh kelompok usia produktif (15-49 tahun) terutama laki-laki tetapi proporsi penderita HIV perempuan cenderung meningkat. Infeksi pada bayi dan anak, 90% terjadi dari ibu pengidap HIV. Hingga beberapa tahun, seorang pengidap HIV tidak menunjukkan gejala-gejala klinis tertular HIV. Namun demikian orang tersebut dapat menularkan kepada orang lain. Setelah itu, AIDS mulai berkembang dan menunjukkan tanda-tanda atau gejala-gejala.

Tanda-tanda klinis penderita AIDS. Pertama, berat badan menurun lebih dari 10% dalam satu bulan. Kedua, diare kronis yang berlangsung lebih dari satu bulan. Ketiga, demam berkepanjangan lebih dari satu bulan. Keempat, penurunan kesadaran dan gangguan-gangguan neurologis. Kelima, dimensia/HIV ensefalopati.

Gejala minor antara lain batuk menetap lebih dari satu bulan. Dermatitis generalisata yang gatal. Adanya Herpes zoster multisegmental secara berulang dan infeksi jamur berulang pada alat kelamin perempuan.

HIV dan AIDS dapat menyerang siapa saja. Namun pada kelompok rawan mempunyai risiko besar tertular HIV penyebab AIDS, yaitu:

1. Orang yang berperilaku seksual dengan berganti-ganti pasangan tanpa menggunakan kondom.

2. Pengguna narkoba suntik yang menggunakan jarum suntik secara bersama-sama.

3. Pasangan seksual pengguna narkoba suntik serta bayi yang ibunya positif mengidap HIV.

HIV dapat dicegah dengan memutus rantai penularan, yaitu; menggunakan kondom pada setiap hubungan seks berisiko (penemuan terbaru menunjukkan pemakaian kondom pun tetap beresiko tinggi tertular HIV), tidak menggunakan jarum suntik secara bersama-sama dan sedapat mungkin tidak memberi ASI pada anak bila ibu positif HIV. Sampai saat ini belum ada obat yang dapat mengobati AIDS. Tetapi yang ada adalah obat untuk menekan perkembangan virus HIV sehingga kualitas hidup ODHA tersebut meningkat. Obat ini juga harus diminum seumur hidup. Jadi sebaiknya Anda harus lebih waspada terhadap penyakit ini.

→ 2 CommentsKategori: Kehidupan
Ditandai:

Uang Bukan Segalanya….

Juni 20, 2008 · 1 Komentar

Memang, saat ini jutaan orang masih berlomba-lomba berproses dan berjuang melalui (lembaga) pendidikan bukan dengan tujuan utama ingin jadi lebih saleh, jujur, kreatif, kritis, atau bermanfaat bagi sesama. Tapi masih banyak pula yang tidak demikian. Masih ada orang-orang yang dengan ilmu yang diraihnya lebih mengutamakan manfaat (dan tercapainya keadaan yang lebih baik) bagi manusia dan kemanusiaan, bukan hanya sekedar demi uang. Masih banyak pula orang yang dengan kesederhanaan pemikirannya mau membantu orang yang sedang kesusahan dengan tulus, yang secara spontan siap menolong sesama tanpa mengharapkan balas. Lihatlah orang-orang lugu, masyarakat desa dan kaum yang ter-marginalkan (tersisihkan), solidaritas mereka kepada sesama masih demikian tinggi. Masih banyak pula ustad-ustad kampung, prajurit-prajurit rendahan, guru-guru berkekurangan, profesi-profesi pinggiran yang dengan kesederhanaannya dan jauh dari hingar-bingar popularitas rela mengabdikan seluruh hidupnya bagi kebaikan lingkungan dan masyarakat sekitarnya. Masih ada elit-elit negara, politisi dan pejabat kita yang dengan amanat kekuasaan dan kesempatan yang diraihnya terus memperjuangkan nilai-nilai kebaikan dan kebenaran yang diyakininya. Bukan hanya sibuk mengejar fasilitas dan menumpuk harta saja.

Ternyata kepuasan, kesenangan dan kebahagiaan tidak selalu harus diraih dengan uang. Masih banyak hal yang bisa dilakukan dan dicapai tanpa perlu bergantung pada uang. Ikut melihat ikan-ikan di akuarium tetangga tak jarang lebih membahagiakan daripada kesenangan yang dirasakan sang pemilik yang harus repot pula dengan urusan makanan dan keamanan ikan-ikannya itu. Makanan yang mahal-mahal belum tentu terasa lebih nikmat daripada nasi berkawan ikan asin dan sambal yang dimakan saat lapar begitu menggoda.

Apalah artinya banyak uang dan harta, jika penyakit dan kecemasan hinggap silih berganti (malah pembantu, supir, dan tukang kebun-nya yang bisa menikmati semua fasilitas si tuan dengan nyaman dan bahagia;)). Apalah bangganya berganti-ganti kendaraan jika dicaci sebagai anak koruptor. Apalah nikmatnya berbagai fasilitas yang tersedia jika hati selalu gundah, merasa kalah, tidak puas dan kekurangan terus. Senantiasa tidak bahagia. Lupakanlah dulu perkara akhirat, untuk urusan dunia semata sekalipun ternyata just money tidak selalu mengantarkan pada kesenangan hidup. Masih baa..anyak kenikmatan yang bisa diraih tanpa uang. Masih ada kebahagiaan rohani yang jauh lebih bernilai dan bisa dicapai dengan cara-cara dan jalan-jalan lain pula selain dengan uang, fasilitas material. Uang bukanlah segalanya.


→ 1 CommentKategori: Kehidupan

Outbound Management Training

Juni 20, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

OMT adalah suatu program pelatihan manajemen di alam terbuka yang berdasarkan pada prinsip “ experiential learning “ (belajar melalui pengalaman langsung) yang disajikan dalam bentuk permainan, simulasi, diskusi dan petualangan sebagai media penyampaian materi. Dalam program OMT tersebut peserta secara aktif dilibatkan dalam seluruh kegiatan yang dilakukan. Dengan langsung terlibat pada aktivitas (learning by doing) peserta akan segera mendapat umpan balik tentang dampak dari kegiatan yang dilakukan, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bahan pengembangan diri setiap orang dimasa mendatang.

Metode Experiential Learning dipercaya bukan hanya merupakan sebuah “trend” dalam metode pelatihan, namun telah dikaji sebagai suatu metode yang paling efektif dalam mengakomodasi kebutuhan / tuntunan terhadap hasil dari suatu pelatihan.

Guna mencapai tujuan dan mengoptimalkan metode pelatihan diatas, media Outdoor Activities atau yang juga dikenal dengan Outbound Training merupakan pilihan yang tepat. Dengan konsep interaksi antar peserta dan alam melalui kegiatan simulasi di alam terbuka diyakini dapat memberikan suasana yang kondusif untuk membentuk sikap, cara berfikir serta persepsi yang kreatif dan positif dari setiap peserta guna membentuk jiwa kepemimpinan, kebersamaan / teamwork, keterbukaan, toleransi dan kepekaan yang mendalam, yang pada harapannya akan mampu memberikan semangat, inisiatif, dan pola pemberdayaan baru dalam suatu organisasi, sekolah tinggi (Universitas) maupun instansi perusahaan.

Melalui simulasi Outdoor activities ini peserta juga akan mampu mengembangkan potensi diri, baik secara individu (Personal Development) maupun dalam kelompok (Team Development) dengan melakukan interaksi dalam bentuk komunikasi yang efektif, manajemen konflik, kompetisi, kepemimpinan, manajemen resiko, dan pengambilan keputusan serta inisiatif.

→ Tinggalkan KomentarKategori: Kehidupan

Ayo Risni

Juni 13, 2008 · Tinggalkan sebuah Komentar

Permulaan adalah Kesulitan. ungkapan ini bisa benar dan juga bisa salah tergantung dari mana kita memulai dan menyikapinya. setiap kali kita mempunyai program biasanya kita selalu merasakan kesulitan pada awalnya. persiapan yg sedikit, team yg belum solid, sumber dana dan biasanya klo gk siap mental kita down dulu sebelum berperang. Pengetahuan dan kematangan sangat dibutuhkan tentang apa saja bisa pengalaman, namun yg terakhir ini tidak bisa dijadikan acuan keebnaran, karena sering kali terjadi perselisihan akibat beberapa dari temen kita merasa kalo apa yang pernah dijalankan lebih baik dan mudah dilaksanakan. sehingga terjadi silang pendapat yang berujung kepada ketidaktuntasan program yang akan dijalankan. Bila melihat dari potret remaja kita saya sering melihat gejala-gejala demikian di beberapa organisasi yang baru akan tumbuh. disamping itu yang paling memprihatinkan remaja di lingkungan kita mengarah kepada hilangnya eksistensi dirinya di masyarakat yang sebenarnya sebuah lingkungan dimana dia tinggal. ini bisa diakibatkan teralienasi atau terasing dari keluarga, masyarakat, temennya bahkan lingkungannya sendiri.  Terlepas dari faktor intern keluarga yang sedikit banyak sangat mempengaruhi  sikap dan tindakan mereka sehingga identitas mereka absurb dan asing dengan jati dirinya sendiri.

→ Tinggalkan KomentarKategori: Kehidupan
Ditandai:

Hello world!

Juni 11, 2008 · 1 Komentar

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

→ 1 CommentKategori: Kehidupan